KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

Written By Dhani oktaviar on Minggu, 06 November 2011 | 22.14


oleh : Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 


ATURAN KERJA DI LABORATORIUM
  • Dilarang bekerja sendirian di laboratorium, minimal ada asisten yang mengawasi.
  • Dilarang bermain-main dengan peralatan laboratorium dan bahan Cair. 
  • Persiapkanlah hal yang perlu sebelum masuk laboratorium seperti buku kerja, jenis percobaan, jenis bahan, jenis perlatan, dan cara membuang limbah sisa percobaan.
  • Dilarang makan, minum di laboratorium.
  • Jagalah kebersihan meja praktikum, apabila meja praktikum basah segera keringkan dengan lap basah.
  • Jangan membuat keteledoran antar sesama teman.
  • Pencatatan data dalam setiap percobaan selengkap-lengkapnya. Jawablah pertanyaan pada penuntun praktikum untuk menilai kesiapan anda dalam memahami percobaan.
  • Setelah selesai praktikum, bersihkan kembali ruangan
  • Berdiskusi adalaha hal yang baik dilakukan untuk memahami lebih lanjut percobaan yang dilakukan.
PERSIAPAN KERJA DI LABORATORIUM
  • Gunakan peralatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki.
  • Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahan Kimia.
  • Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
  • Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.
  • Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terutama setelah melakukan praktikum.
  • Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.
  • Bila terjadi kecelakaan yang berkaitan dengan bahan Kimia, laporkan segera pada asisten atau pemimpin praktikum. Segera pergi ke dokter untuk mendapat pertolongan secepatnya.
KEAMANAN KERJA DI LABORATORIUM
  • Rencanakan percobaan yang akan dilakukan sebelum memulai praktikum.
  • Gunakan perlatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki.
  • Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
  • Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.
  • Dilarang makan, minum dan merokok di laboratorium.
  • Jagalah kebersihan meja praktikum, apabila meja praktikum basah segera keringkan dengan lap basah.
  • Hindari kontak langsung dengan bahan kimia.
  • Hindari mengisap langsung uap bahan kimia.
  • Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.
  • Pastikan kran gas tidak bocor apabila hendak mengunakan bunsen.
  • Pastikan kran air dan gas selalu dalam keadaan tertutup pada sebelum dan sesudah praktikum selesai.
PENANGANAN KEADAAN DARURAT

A . Terkena bahan kimia
  1. Jangan panik.
  2. Mintalah bantuan rekan anda yang berada didekat anda.
  3. Lihat data MSDS. 
  4. Bersihkan bagian yang mengalami kontak langsung tersebut (cuci bagian yang mengalami kontak langsung tersebut dengan air apabila memungkinkan) 
  5. Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar. 
  6. Bawa ketempat yang cukup oksigen. 
  7. Hubungi paramedik secepatnya(dokter, rumah sakit).
B. Kebakaran
  1. Jangan panik.
  2. Ambil tabung gas CO2 apabila api masih mungkin dipadamkan.
  3. Beritahu teman anda.
  4. Hindari mengunakan lift.
  5. Hindari mengirup asap secara langsung.
  6. Tutup pintu untuk menghambat api membesar dengan cepat (jangan dikunci).
  7. Pada gedung tinggi gunakan tangga darurat.
  8. Hubungi pemadam kebakaran. polisi dll.
C. Gempa bumi

  1. Jangan panik.
  2. Sebaiknya berlindung dibagian yang kuat seperti bawah meja, kolong kasur, lemari.
  3. Jauhi bangunan yang tinggi, tempat penyimpanan zat kimia, kaca.
  4. Perhatikan bahaya lain seperti kebakaran akibat kebocoran gas,tersengat listrik.
  5. Jangan gunakan lift.
D. P3K 

Peralatan P3K
•Plester
•Pembalut berperekat
•Pembalut steril (besar, sedang dan kecil)
•Perban gulung
•Perban segitiga
•Kain kasa
•Pinset
•Gunting ,Peniti, dl

PENANGANAN LIMBAH
Pembuangan limbah
Setelah selesai melakukan suatu percobaan maka limbah bahan kimia yang digunakan hendaknya dibuang pada tempat yang disediakan, jangan langsung dibuang ke pembuangan air kotor (wasbak) karena dapat menimbulkan polusi bagi lingkungan. Limbah zat organik harus dibuang secara terpisah pada tempat yang tersedia agar dapat didaur ulang, limbah padat harus dibuang terpisah karena dapat menyebabkan penyumbatan. Limbah cair yang tidak berbahaya dapat langsung dibuang tetapi harus diencerkan dengan air secukupnya.
1. Buanglah limbah sisa bahan Kimia setelah selesai pengamatan.
2. Buanglah limbah sesuai dengan kategori berikut :
a.        Limbah cair yang tidak larut dalam air dan limbah beracun harus dikumpulkan dalam botol penampung. 
  • Botol ini harus tertutup dan diberi label yang jelas.
  • Limbah padat seperti kertas saring, lakmus, korek api, dan pecahan kaca dibuang pada tempat sampah.
3.Sabun, deterjen dan cairan tidak berbahaya dalam air dapat dibuang
langusng melalui saluran air kotor dan dibilas dengan air secukupnya.
4. Gunakan zat kimia secukupnya 

DATA BASE BAHAN KIMIA B3
Bahan kimia jenis B3 (berbau, berbahaya, beracun) dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :
a. Mudah meledak (explosive)
b. Pengoksidasi (oxidizing)
c. Sangat mudah sekali menyala (highly flammable)
d. Mudah menyala (flammable)
e. Amat sangat beracun (extremely toxic)
f. Sangat beracun (highly toxic)
g. Beracun (moderately toxic)
h. Berbahaya (harmful)
i.  Korosif (corrosive)
j.  Bersifat iritasi (irritant)
k.Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment)
l.  Karsinogenik (carcinogenic)
m.Teratogenik (teratogenic)
n. Mutagenik (mutagenic)

FAQ (frequently asked question)
1. Bagaimana bekerja dalam laboratorium?
Bekerja diawali dengan persiapan yang matang antara lain membuat jurnal (prosedur kerja), mencari bahan kimia yang akan digunakan, serta memahami apa yang akan dilakukan dalam bekerja harus serius dan dengan persiapan matang.
2. Mengapa safety lab?
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa, dosen, peneliti dsb melakukan percobaan. Percobaan yang dilakukan menggunakan berbagai bahan kimia, peralatan gelas dan instrumentasi khusus yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan bila dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Kecelakaan itu dapat juga terjadi karena kelalaian atau kecerobohan kerja, ini dapat membuat orang tersebut cedera, dan bahkan bagi orang disekitarnya. Keselamatan kerja di laboratorium merupakan dambaan bagi setiap individu yang sadar akan kepentingan kesehatan, keamanan dan kenyamanan kerja. Bekerja dengan selamat dan aman berarti menurunkan resiko kecelakaan. Walaupun petunjuk keselamatan kerja sudah tertulis dalam setiap penuntun praktikum, namun hal ini perlu dijelaskan berulang-ulang agar setiap individu lebih meningkatkan kewaspadaan ketika bekerja di laboratorium.
3. Apa yang harus dilakukan ketika melakukan percobaan?
Bekerja dengan teliti, serius, hindari bercanda dalam laboratorium,
perbanyak diskusi ketika melakukan percobaan,
4. jangan segan bertanya apabila tidak mengerti, catat hasil percobaan dengan seksama, dalam mencatat hasil percobaan upayakan seteliti mungkin dan sejujur mungkin.
5. Apa yang harus diperhatikan ketika bekerja?
Bekerja didalam laboratorium harus berhati-hati, perhatikan tabung gas apa dalam keadaan tertutup sebelum dan sesudah melakukan percobaan, hati-hati dengan api untuk menghindarkan terjadinya kebakaran, pakailah sepatu tertutup, jas lab, dan kacamata ketika melakukan percobaan. Ketika mengunakan instrumen listrik perhatikan kabel-kabel apakah telah rapih dan dalam kondisi prima, perhatikan juga kran air sesudah dan sebelum melakukan pekerjaan harus dalam keadaan tertutup
6. Apa yang harus dilakukan ketika terjadi kecelakan?
Jangan panik, beritahu teman anda, beri pertolongan pertama, bawa
kerumah sakit apabila keadaan tidak memungkinkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

just click

Loading...